BANDAR LAMPUNG, – Sebuah fasilitas publik yang seharusnya menjadi pusat kreativitas dan energi positif bagi anak muda kini tampak lesu dan tak terurus. Skatepark yang berlokasi di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, memicu kekecewaan dan sindiran dari komunitas lokal.
Potret terbaru yang beredar di media sosial menunjukkan area skatepark yang kotor, dengan permukaan beton yang mulai retak dan cat yang mengelupas. Alih-alih menjadi arena unjuk gigi para riders BMX dan skaters, tempat ini justru lebih sering menjadi genangan air raksasa setiap kali hujan turun.
Kondisi ini tak pelak mengundang beragam reaksi dari warganet atau netizen, yang mayoritas adalah para pemuda yang mendambakan ruang publik yang layak.
Melalui media sosial, suara kekecewaan komunitas terdengar jelas. Mereka menyayangkan bagaimana aset dengan potensi sebesar itu dibiarkan terbengkalai.
“Sayang banget kondisinya.. padahal luas skatepark udh mantap.. tinggal design & build yg bener pasti sangat berguna untuk komunitas 🙏🙏🙏,” tulis akun @motionsk8parkco, menyoroti potensi lahan yang sebenarnya sangat ideal.

Kritik yang lebih tajam datang dalam bentuk sindiran. Akun @rafaeeee7 berkomentar, “kalo ujan kadang” berenang di situ,” yang secara efektif menggambarkan masalah drainase parah di skatepark tersebut. Komentar ini seolah mengamini bahwa fasilitas olahraga tersebut telah beralih fungsi menjadi ‘kolam renang’ dadakan.
Pertanyaan mengenai kepedulian pemerintah pun muncul. “sebenarnya yang di pemerintahan ni dengerin suara kita orang ga si,” tanya akun @_howtobealoser, menyuarakan frustrasi banyak anak muda yang merasa aspirasi mereka tidak pernah didengar.


Skatepark bukan hanya sekadar arena beton. Ia adalah jantung komunitas, tempat di mana para riders dan skaters berkumpul, berlatih, berbagi ilmu, dan membangun persahabatan. Keberadaannya sangat vital untuk menjauhkan generasi muda dari kegiatan negatif dan mendorong mereka ke arah prestasi.
Dengan kondisi Skatepark PKOR saat ini, Bandar Lampung berisiko kehilangan bukan hanya sebuah fasilitas, tetapi juga kesempatan untuk melahirkan atlet-atlet berbakat di kancah olahraga ekstrem.
Kini, harapan komunitas tertumpu pada para pemangku kebijakan. Apakah suara-suara di media sosial ini akan cukup untuk menggerakkan hati pemerintah daerah agar segera melakukan renovasi? Atau apakah Skatepark PKOR akan tetap menjadi monumen kegagalan dalam menyediakan ruang yang layak bagi generasi mudanya? Waktu yang akan menjawab.
